headerblog

Dzikir Penenang Hati Yang Gelisah

Posting Komentar
Dzikir Menjadi Penenang Hati yang Gelisah


Sebagai seorang muslim, dzikir itu diibaratkan seperti pakaian besi, dimana bisa dibayangkan jika mengenakan pakaian besi, InsyaAllah lebih terlindung dari segala sesuatu yang membayakan. 

Seorang muslim melindungi dirinya dengan senantiasa berdzikir, mengingat Allah, dan meminta penjagaan dari-Nya.


Apa itu Dzikir?

Arti kata dzikir dari segi bahasa, dzikir berasal dari kata dzakara, yadzkuru, dzukr/dzikr yang artinya merupakan perbuatan dengan lisan (menyebut, menuturkan, mengatakan) dan dengan hati (mengingat dan menyebut).

Ingat sekali, dulu waktu kecil, aku selalu kagum dengan teman atau orang-orang yang kujumpai yang setiap melakukan apapun itu selalu mengucap Bismillah. Kalau ngga salah, waktu itu aku naik bus yang ramai penumpang. Sambil berdiri, beberapa kali aku melihat orang-orang yang mau naik atau turun bus itu mengucapkan Bismillah. Dalam hati bergumam, kenapa ya mereka? Koq harus mengucapkan itu sebelum melakukan sesuatu?

Kala itu, aku belum menjadi seorang muslim, jadi aku tidak mengerti dan tidak pula berusaha mencari tau alasannya. Namun, karena beberapa teman waktu kecil itu muslim, jadi ada beberapa istilah yang sejak kecil sudah tidak asing lagi di telingaku. Seperti Bismillah, Astaghfirullah, terkadang justru ikut-ikutan menggunakannya. 

Sekarang, setelah menjadi seorang muslim, MasyaAllah, terharu sekali mengapa harus mengucapkan Bismillah atau taawudz sebelum melakukan aktifitas. Bahkan pembelajaran putriku tentang materi taawudz itu panjang, MasyaAllah. Dari sanalah aku memahami pentingnya mengucap kalimat taawudz. Pun dengan berdzikir, bagaimana luar biasa manfaatnya. 


Manfaat Berdzikir

Ada beberapa manfaat dari berdzikir, dan diantaranya adalah :

Memiliki Pahala yang Besar

Seperti yang tertuang pada Surat Al Ankabut ayat 45


اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنَ الْكِتَابِ وَأَقِمِ الصَّلَاةَ ۖ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ 

عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah Kitab (Alquran) yang telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan laksanakanlah sholat. Sesungguhnya sholat itu mencegah dari (perbuatan) keji dan mungkar. Dan (ketahuilah) mengingat Allah itu lebih besar (keutamaannya dari ibadah yang lain). Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” 


Senantiasa Mengingat Allah

Maka ketika hamba-Nya mengingat Allah, maka janji Allah bahwa akan mengingat hamba-Nya tersebut. Dalam Al Baqarah ayat 152 disebutkan: 

فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ 

“Maka ingatlah kepada-Ku, Aku pun akan ingat kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu ingkar kepada-Ku.”


Dzikir dapat menghidupkan hati dan makanan yang tepat untuk jiwa


عَنْ أَبِي مُوسَى رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ ﷺ: مَثَلُ الَّذِي يَذْكُرُ رَبَّهُ وَالَّذِي لا يَذْكُرُ رَبَّهُ مَثَلُ الحَيِّ وَالمَيِّتِ

Abu Musa Al Asy'ari meriwayatkan bahwa Nabi bersabda, "Persamaan seseorang yang mengingat Tuhannya dan seseorang yang tidak mengingatnya adalah seperti orang hidup dan mati." (HR Al Bukhari)


Berdzikir adalah sifat orang mukmin 

Dalam Alquran surat An Nur ayat 36-38


فِي بُيُوتٍ أَذِنَ اللَّهُ أَنْ تُرْفَعَ وَيُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ يُسَبِّحُ لَهُ فِيهَا بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ.رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ۙ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ.لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut nama-Nya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang.


Membiasakan Diri Dengan Berdzikir


Sungguh, aku merasakan sekali, bahwa Islam telah membawa banyak perubahan padaku, termasuk perihal berdzikir.

Dimana, ketika kita mendapati musibah, ucapan istighfar itu seketika dapat menjadi obat kelegaan hati. 

Kemudian, terasa sekali makna dan manfaat dari berdzikir adalah ketika Allah uji kita semua dengan pandemi covid-19. Ta henti-hentinya, diri berikhtiar untuk senantiasa terjaga supaya raga senantiasa sehat. Apalagi, berita lelayu yang kala itu hampir setiap hari didengar. 

Ada beberapa yang berujar, justru semakin mental kita lemah, imun'pun akan ikut lemah. Oleh sebab itu, dzikir menjadi salah satu perisai untuk senantiasa menjaga hati dan mental supaya tetap tenang dan tidak putus asa dikala musibah menimpa.

Qadarullah, pada tahun 2021, masih lekat dalam ingatan, Allah uji raga ini dengan sakit yang indikasinya terkena virus covid-19. Saat itu aku juga dalam kondisi hamil kurang lebih 5 bulan. Isolasi mandiri di rumah, tanpa ada rewang atau siapapun. Iyess, cuma aku dan anak-anak, yang satu usia 8 tahun, yang 1 usia 4 tahun, sedangkan suami tetap harus bekerja. Setiap hari, si kakak 8 tahun yang mengurus adiknya dan juga mengurusku.

Terkurung di dalam kamar selama kurang lebih 14 hari itu rasanya menyedihkan sekali dear, padahal kita masih bisa melihat anak-anak meski tidak berinteraksi. Tetapi, untuk yang saat itu memang membutuhkan perawatan medis, ya Qadarulah memang harus isoman terpisah dari keluarga. Kondisi seperti ini, kemungkinan bisa memicu kegelisahan tersendiri.

Jujurly, melihat sosial media yang setiap hari beritanya adalah berita duka, entah itu orang yang kita kenal ataupun bukan. Justru menambah overthinking….

Pengalaman isoman tersebut'lah yang pada akhirnya semakin menyadarkan diri bahwa ikhtiar yang kita lakukan bukan hanya tentang ikhtiar menyehatkan fisik namun juga ikhtiar langit, untuk menyehatkan psikis. Dan, salah satunya adalah dengan berdzikir.


Berdzikir, Penenang Hati yang Gelisah

Masih lanjut dengan cerita diatas tadi ya dear. Qadarullah setelah 14 hari menyelesaikan isoman, ternyata kondisi badan masih belum fit, sehingga ada satu hari, tiba-tiba setelah sholat maghrib, dada terasa sesak, keringat dingin keluar, dan rasanya tidak karuan. Seketika, meminta orang terdekat, dan setelah itu berkonsultasi dengan ummahat yang berprofesi sebagai dokter. 

Jawaban sang ibu dokter cukup menghentakkan hatiku. Karena, yang disarankan adalah, memintaku berdzikir dan membaca Al Qur'an dengan suara yang lantang (bukan keras ya). Fungsinya untuk mengatur serta terapi pernafasan. 

MasyaAllah, baca chat dari beliau, seketika air mataku netes. Manusia ya, memang tempatnya lalai...tadi pas sesak nafas yang diingat pertama adalah bantuan entah itu oksigen atau minyak kayu putih untuk melegakan, atau mungkin obat, dan lain-lain. 

Pandemi yang Allah ujikan sejatinya membawa banyak dampak, terutama dampak kebaikan. Termasuk menjadwalkan rutin dzikir petang sebagai ikhtiar agar senantiasa dilindungi oleh Allah dari segala bentuk musibah dan keburukan.

Baru saja kemarin, Ustadzah kelas tahsin menyampaikan, bahwa "Al Qurán adalah obat dari segala macam penyakit. bahkan sebuah penelitian menyampaikan, jika orang yang sholat ashar'nya itu di akhir waktu, akan mudah beresiko terkena serangan ginjal. mengapa? karena di jam tersebut, tubuh itu butuh olahraga ringan." MasyaAllah bukan? 

Kemudian, perihal belajar membaca Al Qurán dengan benar, meskipun harus diulang-ulang, namun ternyata, itu seperti terapi lidah dan mulut yang hasilnya dapat memperbaiki sel-sel pada tubuh kita. Maka lakukan saja apa yang diperintahkan oleh Allah.


Semoga Allah mudahkan kita semua untuk senantiasa berdzikir kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin






Related Posts

Posting Komentar