headerblog

Film Favorit BLIND

Posting Komentar
Tentang Film Favorit

Berawal sejak pandemi covid-19 yang melanda negeri ini, berdampak pada dibatasinya beberapa kegiatan masyarakat karena adanya aturan dari Pemerintah, ya PPKM namanya. Akhirnya banyak orang menemukan kegiatan baru disela-sela kegiatan domestik sehari-hari. Yupps, betul, nonton film.

Tau dong, banyak sekali aplikasi nonton film yang menjamur dan mudah sekali kita donlot di play store. Ada Wetv, Genflix 2.0, Iflix, Movie HD, Disney+ Hotstar, Vision, dll.

Beberapa dari mereka, bahkan sudah menjadwalkan waktu khusus untuk menonton film favorit. 


Nonton Film Lagi Karena Keperluan Menulis


Jujurly, aku kuper banget soal film yang lagi hits di bioskop, atau drama-drama korea yang sedang trending, atau sejenis lainnya. Ini pernah kubahas pada salah satu judul artikelku, Mengapa Suka Atau Tidak Suka Drakor 

Pas dapet tema itu, awalnya, aku kebingungan mau nulis soal apa, karena ya emang ngga paham soal film, karena kurang tertarik nonton. Lebih tepatnya seperti kurang sabar menanti endingnya.

Terus, nyobain kepo-kepo tentang drama korea, dengan rencana, mau nonton salah 1 judulnya, dan kira-kira apa yang membuat aku suka/ ngga suka nonton drama korea. 

Dari sekian banyak judul, aku masih belum ada ketertarikan untuk meng'klik salah satunya. Akhirnya, kubatalkanlah keinginanku hari itu untuk nonton salah satu drakor. Hari berikutnya pun, aku kembali menengok, siapa tau ada judul baru atau aku sudah mulai tertarik dengan salah satunya. Hmmm, ternyata masih belum, dan aku memutuskan untuk memaksakan diri memilih salah 1 judul untuk kulihat. 

Ada 1 judul yang entah menarik perhatianku diantara judul-judul yang lain. Walaupun, akhirnya tulisanku yang berjudul Mengapa Suka Atau Tidak Suka Drakor sama sekali tidak membahas salah satu drakor yang kupilih ini. Lho, kenapa? Karena belum selesai nonton udah detlen dear, hihi. Akhirnya, kuputuskan untuk menuangkan alasan utamaku mengapa tidak menyukai drakor, pada judul tersebut.


Drama Korea Berjudul Blind

Tentang Film Favorit

Blind, yang artinya adalah buta. Melihat posternya, sepertinya ini bukan drama percintaan, itulah alasannya mengapa aku "terpaksa memilihnya" kala itu. Hmmm, aneh ya, biasanya perempuan kan lebih cenderung menyukai romantic drama, tapi koq q malah enggan ya, haha.

Seperti yang aku ceritakan diatas, mood untuk nonton baru episode awal saja, udah butuh effort lebih gitu. Kalau tidak salah, kala itu, Blind ini sudah tayang 3 episode, dan aku telah menyelesaikan 3 episode tersebut. 

Kesan pertama adalah, aku mulai tertarik karena drama ini menceritakan tentang ketidakadilan yang sekian tahun disembunyikan oleh pihak-pihak yang mempunyai kekuasaan. Relate sama kehidupan nyata ya? Wong cilik kuwi sering disepelekne, kadang ora entuk keadilan (baca : Orang kecil itu sering disepelekan, bahkan terkadang tidak mendapat keadilan).


Berawal dari Pusat Kesejahteraan Anak Harapan


Diceritakan semua berawal dari tempat ini, tempat dimana anak-anak yang dititipkan disini seharusnya mendapatkan kehidupan yang layak, namun ternyata, tempat ini bak neraka untuk mereka.

Anak-anak yang setiap hari dipekerjakan dengan tidak layak, diberikan makanan basi, bahkan disiksa ketika ada sedikit saja yang berbuat kesalahan. Alih-alih meminta bantuan dengan cara kabur, namun beberapa yang ketauan kembali disiksa, bahkan diperlakukan layaknya binatang. Beberapa anak meninggal, dan ada 5 orang anak yang berhasil menjadi tim solid walaupun pada akhirnya mereka pun harus terpisah ketika berhasil kabur dari tempat tersebut.

Tentang Film Favorit


Media tidak meliput, bahkan seorang anak yang sudah berhasil menemui polisi pun dan menceritakan kisah sejujurnya dengan harapan mendapatkan bantuan. Ternyata polisi tersebut bekerja sama dengan menteri kesejahteraan, produser TV, untuk tidak menguak kasus ini. Karena, ketika kasus ini menyeruak, akan banyak "orang-orang besar" yang terserat, dan bisa mengakibatkan karir & jabatan mereka hancur.


Kasus Pembunuhan Berantai


5 orang anak yang berhasil kabur tersebut pun, pada akhirnya menorehkan kisah yang berawal dari luka dan dendam yang teramat dalam. 

Berawal dari kasus pembunuhan pertama, yaitu pembunuhan sadis seorang gadis berusia 20 tahun, Baek Ji Eun, putri satu-satunya dari Baek Moon Kang (salah seorang penjaga Pusat Kesejahteraan Harapan). Kasus inilah yang pada akhirnya menjadi pembuka rentetan kasus pembunuhan berantai selanjutnya.

Sidang kasus pembunuhan ini melibatkan Ryu Sung Hoon sebagai hakim, Ryu Sung Joon sebagai detektif dari kepolisian yang juga adik tiri dari sang hakim, serta 9 juri rakyat, yang ternyata mereka semua ada kaitannya dengan Pusat Kesejahteraan Harapan. 

Tentang Film Favorit

Sidang kasus pembunuhan pertama tersebut digelar dengan terdakwa bernama Jung Man Chun, yang beliau adalah mantan karyawan Baek Moon Kang yang upahnya telat dibayar. Ryu Sung Joon sang detektif yang telah melakukan penyelidikan pun, menetapkan tuduhan utama kepada beliau, walaupun di dalam persidangan, sang terdakwa beberapa kali menangkis dan bersikeras bahwa ia bukan pembunuh Baek Ji Eun.

Tentang Film Favorit

Jung man Chun ini layaknya orang-orang kecil di negeri ini yang mungkin ta terlihat oleh media, yang ungkapan kesaksian jujurnya tidak dipedulikan karena ia ta memiliki daya apapun. Namun, karena ia lah yang menghadang korban dengan tujuan ingin mengancam agar sang ayah dari korban mau membayar upah kerjanya, maka ia yang dituduh sebagai tersangka pembunuhan tersebut.

Tidak berhenti sampai situ saja, sebab setelah Jung Man Chun resmi dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, korban-korban berikutnya berjatuhan, dan semua ada kaitannya dengan 9 juri rakyat.

Sang detektif, Ryu Sung Joon pun terus mengungkap kasus misterius ini, bahkan ia pun menjadi sasaran empuk sebagai tersangka sebab saat sidang berlangsung, Jung Man Chun sempat ta terima dengan tuduhan sang detektif, dan menuduhnya balik sebagai pembunuh asli sang korban.

Pembunuhan terus bergulir hingga melibatkan tiga orang tokoh utama pada film ini. Sang hakim, sang detektif, dan salah satu dari 9 juri yang sejak awal meyakini bahwa Jung Man Chun bukan pembunuhnya, ia hanya tersudutkan karena keadaan tanpa bisa melawan, sebagai seorang rakyat jelata. 

Tentang Film Favorit

Jo Eun Ki, seorang perempuan muda yang bekerja sebagai seorang pekerja sosial. Karakternya yang lembut namun pemberani, cerdas, kritis, dan objektif. Ia sempat diserang oleh Jung Man Chun yang berhasil kabur dari penjara, lalu kemudian diselamatkan oleh sang detektif. Berawal dari situlah, mereka menjadi tim untuk mengungkap kasus pembunuhan berantai ini. 

Membuka Kasus Pembunuhan yang Ternyata Tersangka Utama adalah Orang yang Tidak Disangka-sangka


Sang hakim, yang hubungannya tidak dekat dengan adik tirinya, detektif Ryu Sung Joon, sempat terlihat gerak geriknya mencurigakan dalam beberapa episode. Namun, penonton masih belum dibiarkan mendapat kepastian, sebab sang hakim masuk menjadi tim, bergabung dengan sang adik tiri dan Jo Eun Ki. Ketiganya mengungkap kasus ini, sementara ayah korban terus mengincar sang detektif karena masih mengira bahwa sang detektif adalah tersangka utama. 

Tentang Film Favorit


Seru memang, sebab terlihat bahwa orang-orang besar yang memiliki jabatan ini masih belum diketahui kejahatannya. Mereka bersembunyi dibalik jabatan dan uang yang bisa membungkam orang-orang. Ini sangat realistis dengan kehidupan nyata…. True?

Pada akhirnya, perlahan puzzle-puzzle mulai menguat dan mengerucut pada beberapa nama, walaupun terlihat sangat naif ketika sang hakim yang terlibat dalam tim pencari siapa pembunuh berantai sebenarnya, ternyata adalah dalang dari semua ini. 

Ya, benar, hakim yang sangat disegani karena prestasinya ini ternyata adalah dalang dari kasus pembunuhan berantai tersebut. Sebab, ia adalah salah seorang yang berhasil kabur dari Pusat Kesejahteraan Anak Harapan, yang dijuluki no 11. Ada 5 anak yang berhasil kabur, dan mereka memiliki nomor baju 5, 24, 12, 11, dan 13. 

Tentang Film Favorit

Sang hakim, adalah no 11 yang juga kakak dari no 13, yang kakak perempuan mereka meninggal karena diperk*** oleh seseorang yang saat ini menjabat sebagai kepala kepolisian. Jelas, kasus ini rapat disimpan dan tidak ada yang berani mengungkap karena mereka yang mengetahui kunci rahasia pun sama-sama menyimpan rahasia keburukan atau aib yang lainnya. Jika, salah satu mengungkap, maka yang mengungkap pun akan diungkap juga kesalahannya. Cuma bisa bilang, ini kan film, but relate koq dengan kenyataan, itu yang membuatku tertarik mungkin…


Keadilan yang Diungkap dengan Cara yang Salah


Menjelang episode terakhir sudah mulai terungkap siapa saja tersangka kasus pembunuhan berantai. Dan, selain hakim sebagai dalang, ternyata kaki tangan'nya pun termasuk dalam 9 juri rakyat tersebut. Ta lain ta bukan adalah adik kandung sang hakim, no 13, Jung Yoon Jae. Ia adalah anak yang berusia paling muda di Pusat Kesejahteraan Anak. 

Tentang Film Favorit

Ia juga yang berhasil tetap kuat meski digempur dengan siksaan dan menyaksikan teman-temannya meninggal karena siksaan tersebut. Namun, bagaimana hasil dari perjalanan hidup beratnya? Jelas, mentalnya hancur, sebab ia menjadi seorang yang iri melihat kebahagiaan seorang anak dengan keluarga yang lengkap. Ia menumpuk jutaan dendam kepada orang-orang yang dengan mudahnya berlindung dibalik ketiak bernama kekuasaan, dan semena-mena terhadap mereka yang lemah, tidak berdaya dan tak mampu melawan. 

No 11 dan 13, sang kakak adik yang terpisah karena berbeda orang tua angkat ketika diadopsi, namun mereka masih memiliki "visi dan misi salah" yang sama. Ryu Sung Hoon, diadopsi oleh pasangan suami istri, sang suami adalah seorang hakim dan sang istri adalah menteri kesejahteraan yang juga terlibat dalam kasus penelantaran anak-anak di Pusat Kesejahteraan tersebut. Ryu Sung Joon, adalah anak kandung mereka yang memiliki tabiat suka berkelahi dari kecil, sering dibanding-bandingkan dengan kakaknya, yang lebih kalem, patuh, dan berwibawa, yang ternyata hatinya dipenuhi dengan dendam karena kisah masa lalunya yang teramat menyakitkan.

Tentang Film Favorit

Setelah berhasil mengungkap kisah pelik dibalik Pusat Kesejahteraan Harapan, yang akhirnya menjadikan sang ibu, Na Gook Hee yang juga bekerja sama dengan Kepala Kepolisian, akhirnya mendekam di penjara. Pun dengan sang ayah, suami Na Gook Hee, yang juga dengan sengaja menutupi kasus lain di dalam Pusat Kesejahteraan Anak Harapan.

Ryu Sung Hoon dan Jung Yoon Jae yang merasa diperlakukan bak binatang sejak kecil, berusaha menguak para penguasa dzolim, namun dengan cara yang salah. Mereka membalas darah dengan darah, bahkan memendam dendam pun seharusnya memang tidak diperkenankan ya dear. 

Tentang Film Favorit


Blind, Menjadi Salah Satu Film Favorit


Mungkin alur kisah yang sat set sat set, ngga banyak drama, relate dengan kenyataan, yang berhasil membuat Blind ini menjadi salah satu film favorit. 

Banyak hikmah yang bisa dipetik dari alur cerita ini, antara lain :

Amanah

Ketika amanah bukan menjadi sesuatu yang dinilai penting dan kelak dipertanggung jawabkan di akhirat, maka seseorang akan dengan mudah menyepelekan. 

Seperti halnya yang tergambarkan dalam film Blind, dimana sebuah Instituti besar berlabel Pusat Kesejahteraan Anak, yang seharusnya menampung anak-anak yang kurang beruntung, yang seharusnya mendapatkan kehidupan yang layak. Namun, karena oknum yang tidak dapat menjalankan amanah dengan baik, sehingga yang terjadi justru kebalikannya. 

Amanah mengemban jabatan ta luput menjadi sorotanku, ketika mengikuti alur film ini. Beberapa tidak mengemban amanah jabatan dengan baik, sehingga menggunakan jabatan dan kekuasaannya untuk mendapatkan yang lebih tanpa mengindahkan hak-hak orang lain. Bahkan untuk menutupi kejahatan-kejahatan yang tersembunyi dengan rapi.


Keadilan

Ketika orang yang dianggap lemah, mudah sekali ditekan, karena dianggap tidak memiliki kekuatan untuk melawan, maka akan diperlakukan seenaknya, bahkan mengindahkan yang namanya kesetaraan, dan keadilan. Meskipun ini hanya alur sebuah film, namun ta ayal sering terjadi pada kehidupan nyata. Banyak orang yang meremehkan orang lain yang ia anggap kecil, lemah, dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan. 


Akibat Membalas Dendam

Jelas, membalas keburukan dengan keburukan bukanlah solusi. Sebab, ia hanya akan membuka permasalahan baru, bukan mengubur. Terlebih, dendam hanya akan menyakiti diri sendiri. Seperti yang diceritakan dalam film Blind ini. Sang hakim yang menjadi dalang dari pembalasan dendam ini, pada akhirnya pun harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan mendekam dalam penjara. 

Melalui film ini, belajar bahwa segala keburukan ta melulu dibalas setimpal, sebab ada hukum tabur tuai yang lebih dapat mengadili seadil-adilnya, yaitu Allah Subhanawata'ala. 


Pada akhir cerita ini, diperlihatkan ketika media mulai membuka tabir kelam Pusat Kesejahteraan Anak Harapan, banyak korban dan keluarga mereka mulai bermunculan, dan menghadirkan simpati dari masyarakat. Sejak saat itu, beberapa mulai "peduli yang benar-benar peduli" dengan anak-anak terlantar. 

Angle apik ketika terlihat beberapa anak terlantar bahagia bermain sepak bola didampingi oleh Jo Eun Ki, yang disini memang berperan sebagai seorang pekerja sosial, pemerhati anak-anak. 

Terharu ketika melihat adegan tersebut, anak-anak yang tidak dilahirkan dengan keadaan beruntung, mereka tetap berhak memiliki senyum bahagia, karena mendapatkan kehidupan yang layak. 


Sekian tulisanku yang bertemakan film favorit, selalu berharap ada manfaat baik yang bisa dipetik dari setiap postingan. Terimakasih semua sobat galery'ku…..









Terbaru Lebih lama

Related Posts

Posting Komentar