headerblog

Buku Inspiratif

Buku Inspiratif tentang Istri Shalihah


Ngobrolin tentang buku inspiratif, membuat aku flashback ke kurang lebih 10 tahun yang lalu. Ada apa gerangan?

Tentang sebuah buku yang sangat-sangat berarti buat aku. Buku pertama yang aku beli bareng si doi. Doi yang Alhamdulillah sudah 10 tahun menemani hati dan raga ini mengarungi rumah tangga dengan berbagai nikmat dan ujian.


Mengapa memilih buku "Istri Shalihah Perhiasan Paling Indah" ?

Qadarullah, doi yang kusebut diatas adalah suamiku dari pernikahan keduaku. Aku gagal mempertahankan pernikahanku yang pertama, dan Alhamdulilah masih diberikan kesempatan Allah kembali, untuk membina rumah tangga yang kedua kalinya.

Karena sudah pernah gagal, akhirnya aku jadi banyak sekali belajar dari kesalahan di masa lalu. Namun, karena minimnya pengetahuanku tentang bagaimana menjadi istri yang shalihah, membuat aku mencari tau, dan akhirnya pencarianku berlabuh pada buku ini.

Buku Istri Shalihah adalah Perhiasan

Pertama kali aku membuka lembar di awal-awal, air mata udah netes. Koq bisa? Iya, karena aku disambut dengan sebuah tulisan dengan judul Mengapa Anda Harus Siap Menikah?

Padahal setelah perceraian itu, aku sudah sangat ketakutan dengan yang namanya pernikahan, adakah sahabat mygalerytha.com disini yang timbul pertanyaan, why? :)

Nanti setelah selesai baca ini, bisa kunjungi tulisan aku yang lain, di judul Cara Mengatasi Trauma Psikologis ya, atau lebih detailnya bisa kunjungi tulisan sahabatku Mba Okta di oktaviawinarti.com yang mengulik tentang profilku. Ada beberapa part "menyeramkan" yang aku alami beberapa tahun yang lalu, pada pernikahan pertamaku.

Lanjuuut…

Nah, ngga terasa baca di awal aja udah netes air matanya, karena disambut dengan pembahasan tentang mempersiapkan pernikahan itu dimulai dari mempersiapkan diri sendiri terlebih dahulu. Bahkan, disampaikan pula salah satu ayat Al Qur'an, yaitu QS an Nur ([24] : 26)


اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ ࣖ


26. Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).


Membaca ayat ini, aku tersentak…. 

Ya Allah, rasanya memang benar, jika jodoh adalah cerminan diri, sebab kamu akan dipertemukan dengan yang sama seperti bagaimana dirimu saat itu. Ketika kamu sedang berusaha memperbaiki, yang datang pun juga dalam keadaan yang sama. 

Setelah mengalami kegagalan yang tidak hanya menyakitkan, namun sampai pada tahap trauma, aku merasa aku sangat membutuhkan bekal untuk bisa mengarungi rumah tangga keduaku dengan baik. Apalagi saat itu pengetahuan agamaku sangat minim, jadi buku ini sangat sangat membantuku.

Buku ini menjadi bekal awalku untuk memperbaiki semua, terutama diriku sendiri, agar bisa menjadi istri dan ibu yang solihah. 


Buku Inspiratif dengan Judul "Istri Shalihah Perhiasan Paling Indah"

MasyaAllah, berawal dari buku inilah, aku mengetahui banyak hal tentang bagaimana seharusnya menjadi istri yang baik sesuai dengan tuntunan agama. Bagaimana tidak? Bab demi bab menorehkan ilmu yang indah yang Alhamdulillah dapat kuserap dengan baik.

Aku berpikir, jika aku belum pernah diberikan kegagalan, maybe aku ngga se'excited ini membacanya. Jadi, sekali lagi, selalu ada ibroh yang bisa diambil dari sebuah peristiwa.

Di bab kedua di buku ini, dituliskan tentang bagaimana saja menjadi istri idaman suami. Duuh, mau tau ngga nih sahabat mygalerytha.com? Boleh koq, aku jabarkan di bawah ini ya, bagaimana menjadi istri idaman suami.


Menjadi Istri Idaman Suami

  • Berpegang teguh pada agama
  • Jadilah perempuan yang sejuk dipandang
  • Teguh menjaga kehormatan diri
  • Lembutkan hati, anggunkan diri
  • Hiasi dirimu dengan sifat malu
  • Penyayang
  • Berlaku setia
  • Sabar
  • Husnudzon
  • Pandai bersyukur
  • Perempuan Istiqomah itu impian
  • Jadilah perempuan dewasa
  • Qana'ah 
  • Rendah hati
  • Keibuan
  • Mampu bekerja sama yang baik dengan suami
  • Mengajak pada kebaikan
  • Amanah
  • Tempat bertumpu suami
  • Pandai menempatkan porsi
  • Memuliakan hak-hak suami

MasyaAllah bukan? Betapa indahnya jika rumah tangga itu dihiasi dengan kedua pasangan yang sama-sama mau belajar. Merasa diri ini kurang, dan merasa selalu haus akan ilmu, sehingga dengan begitu, nasehat kebaikan akan mudah sekali kita cerna dalam hati dan akal.

Namun sebaliknya, jika kita sudah merasa baik, merasa paling, kita akan malas mendengar apalagi menerima nasehat kebaikan. 

Padahal rumahtangga adalah ibadah terlama yang kita jalani, oleh sebab itu seperti yang tertuang pada buku ini, bahwa semua dimulai dari memilih pasangan.

Jomblo jangan khawatir ya, lebih baik jomblo daripada mendekati zina, Naudzubillah. Semoga Allah Melindungi kita dan anak-anak keturunan kita dari yang demikian. Aamiin.


Nah, pada bab ketiga, buku karya kak Nayla Camelia Rahmah ini berisi tentang hal-hal yang perlu dihindari ketika menikah.

Mau tau isinya dear? Baiklah, aku share ya…


Hal-hal yang Perlu Dihindari pada Pernikahan

  • Menentang Perintah Suami
  • Memberatkan Belanja Suami
  • Membanding-bandingkan Suami
  • Mengeluh dan Menggerutu
  • Keluar Rumah tanpa Ijin Suami
  • Mengabaikan Kepentingan Suami
  • Enggan Memenuhi Biologis Suami
  • Menceritakan Rahasia Suami dan Keluarga
  • Mengingkari Kebaikan Suami
  • Tidak Menjaga Penampilan di depan Suami
  • Mengungkit-ungkit Kebaikan
  • Merusak Keimanan Suami

Gemeter pas awal baca buku ini. Jadi merasa, apalah aku ini yang masih banyak kekurangan.

Eits, tapi ngga boleh insecure gitu ya dear, selama masih diberi umur sama Allah, artinya Allah masih memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki. 

So, jangan sia-siakan kesempatan yang Allah Beri ya..


Menurut aku, buku ini aku sarankan dibaca untuk yang belum menikah, walaupun yang sudah menikah pun rasanya memang masih perlu baca-baca lagi koq. Coz I did it dear. 

Aku baca lagi, sebagai pengingat diri, sudah baikkah aku menjadi istri? Sudah nyamankah suami dengan sikap, dan lisanku?


Oh iya, di buku ini juga banyak disampaikan potongan ayat-ayat Al Qur'an yang sesuai dengan tema pembahasannya. 

MasyaAllah, reccomended pokoknya...


Intinya adalah, memang kita harus selalu menumbuhkan tekad untuk mau memperbaiki, dan jangan sombong. Jangan merasa diri sudah baik, jadi mudah untuk menepis nasehat kebaikan.

Sekian tulisanku tentang Buku Inspiratif, buku pertama yang menjadi kenangan ketika aku memulai hidupku yang baru.

Selamat belajar menjadi calon istri dan ibu yang baik ya dear. Semoga yang sudah menjadi istri dan ibu pun masih tetap terus memperbaiki. Semoga dimudahkan. Aamiin


Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat. 




Related Posts

There is no other posts in this category.

Posting Komentar