headerblog

Aurel Melahirkan, Persiapan Apa Saja Menyambut Baby Born

9 komentar

 Rabu, 23 Februari 2022


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh


Tentang persiapan new born baby

Hai Bunda, how are you today? Semoga kita semua senantiasa dalam keadaan sehat ya. Aamiin

MasyaAlloh, kemarin kita baru aja mendengar kabar bahagia dari salah satu pasangan artis yang lagi ngehits ya? Siapa nih Buns? betul, Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah, yang baru saja dikaruniai putri pertama. Kelahiran baby A ini termasuk yang paling ditunggu-tunggu se Indonesia raya ini, buktinya sampe trending bahkan 2 hari loh. Bahkan, suasana haru dan bahagianya nyampe di mari ye…

Terlihat jelas bagaimana excitednya kedua calon orangtua ini menyambut kelahiran calon buah hati mereka, bahkan ada beberapa momen mengharukan yang terekam kamera yang bisa kita ambil ibrohnya.


Moment Haru Aurel Melahirkan

Momen haru memang dirasakan hampir semua calon ibu menjelang kelahiran putra-putrinya ya,nah di part Aurel melahirkan ini, aku gagal fokus ke tangan Aurel yang tidak lepas dari tasbihnya. Disini terlihat jelas bahwa ia berusaha menenangkan hatinya yang mungkin kala itu diselimuti berbagai rasa mengingat ini adalah pengalaman pertamanya melahirkan, dengan berdzikir. MasyaAlloh ya, memang tidak ada yang bisa menenangkan hati kita selain mengingat Alloh. Bahkan ketika berada di ruang persalinan/ operasi pun, Atta juga terlihat beberapa kali mengucap kalimat Takbir, Allahuakbar, dan sempat meminta tolong untuk diperdengarkan Murotal. MasyaAlloh, disini kita bisa mengambil pelajarannya ya, bahwa dalam keadaan takut, cemas, atau bahaya sekalipun, usahakanlah untuk mengucap kalimat yang baik-baik ya.


Baiklah, itu tadi sedikit cerita tentang momen mengharukan ketika Aurel Melahirkan. Now, kita akan lanjut ke pembahasan persiapan apa saja menyambut baby born. Disini, aku akan menjabarkan 2 macam persiapan menyambut new born baby, yaitu persiapan lahiriyah dan batiniyah.

Mari kita mulai yuk Bund...


Persiapan Lahiriyah

Persiapan lahir disini adalah barang-barang apa saja yang kita butuhkan menyambut baby born. Biasanya, kita membeli keperluan bayi itu di usia kehamilan menuju trimester 3 ya Buns. Lalu, untuk menyiapkan apa saja yang harus masuk tas untuk dibawa ke Layanan Kesehatan, bisa pas kira-kira masuk ke usia 38 minggu keatas. Loh, kan kelahiran bayi itu 40 minggu lebih 10 hari? Ini normalnya ya, tapi tidak menutup kemungkinan, kita bisa melahirkan maju dari hpl (hari perkiraan lahir). 

Baiklah, untuk peralatan bayi, kira-kira apa saja yang perlu kita siapkan di rumah?

  • Baju-baju bayi, sarung tangan&kaki bayi, topi bayi

  • Diapers

  • Kain bedong bayi

  • Selimut bayi

  • Gendongan bayi

  • Baskom untuk mandi

  • Tas (yang sekiranya memadai untuk dibawa ke Layanan Kesehatan)

  • Bantal guling bayi (ini tidak semua Bunda-bunda mempergunakan ya, jadi bebas mau pakai atau tidak)

  • Peralatan toiletris bayi (sabun, shampo, baby cream, minyak telon, baby oil, sisir bayi, handuk bayi, bedak bayi jika dibutuhkan)

  • Box bayi (ini juga tidak semua menggunakan ya Bund, terkait keputusan Ayah Bunda untuk bobo dimana baby nya nanti)

Nah, untuk yang tertulis diatas, bisa jadi ada yang kurang karena mengingat kebutuhan masing-masing orang tua bayi berbeda-beda ya Bund, jadi itu hanya garis besarnya saja. 

Lalu, jika sudah siap semuanya, kita mulai memikirkan kira-kira kita mau bawa berapa tas nih, mengingat selain peralatan bayi, kita juga harus membawa persiapan untuk Bundanya. Jika memang satu tas dirasa cukup, alangkah lebih baik jika membawa satu tas saja ya Bund, supaya apa? Supaya pas pulang, bawaan kita juga tidak terlalu banyak. Nah, setelah itu kita list ya, mana saja yang masuk tas.

  • Peralatan Bayi

  • Baju bayi kurleb 3 pasang

  • Sarung tangan & kaki serta topi bayi

  • Diapers secukupnya (lebih aman bawa 1pack isi 20)

  • Peralatan toiletris bayi (sabun, shampo, handuk, minyak telon, sisir bayi)

  • Selimut bayi (biasanya ini dipakai waktu kita pulang dari Rumah Sakit)

  • Gendongan bayi 

  • Kain bedong bayi

  • Peralatan Bunda

  • Baju Bunda kurleb 3 pasang

  • Daleman kurleb 3 pasang

  • Pembalut khusus nifas

  • Korset (ini sih kalau aku butuh banget ya, karena mau melahirkan normal/ operasi, ini tetap terpakai koq)

  • Jika yang memakai kerudung/ cadar, jangan lupa kerudung & cadarnya, atau ciput jika dibutuhkan

  • Dompet berisi kartu identitas & uang secukupnya

  • Handphone & charger

  • Buku kesukaan (yang ini tergantung kebutuhan ya)

Nah, itu tadi beberapa peralatan yang bisa kita siapkan di dalam tas yang akan kita bawa menuju Layanan Kesehatan. Ingat ya, kalau bisa jangan ada yang terlupa, why? Karena repot juga kalau pak suami harus bolak balik ambil ke rumah atau bisa jadi ngrepotin orang lain untuk antar ke Rumah Sakit. Apalagi kalau melahirkan di masa pandemi gini, pengalaman q sih cuma boleh ditunggu satu orang dan itupun harus swab dulu ya, nah kalau prepare kita udah komplit kan, ngga perlu lagi misal ngrepotin siapa yang di rumah untuk antar barang yang kelupaan, belum lagi yang masuk harus swab ataupun misal suami kita yang harus janjian di depan Rumah Sakit atau apalah, ribet juga kan ya, jadi memang alangkah lebih baik kalau prepare nya sudah matang.


Well, persiapan lahiriyah sudah, bagaimana dengan persiapan batiniyah nih Bund?


Persiapan Batiniyah

Biasanya, kalau melahirkan anak pertama itu benar-benar disambut bahagia ya, tapi bagaimana dengan yang kedua, ketiga, dan selanjutnya? Nah, ini based on my true story ya, sedikit berbagi nih. Jadi dulu aku sempat merasa anak itu seperti beban, karena ya selain capek, terus koq kita jadi sempit ruang lingkupnya nih, apalagi tentang bayang-bayang biaya membesarkan anak, jadi ada ketakutan tersendiri untuk mempunyai anak. Duh, ini pemikiran yang salah ya Bund, kita harus ubah our mindset about it. Anak adalah anugrah luar biasa yang Alloh Berikan untuk kita, banyak hal yang bisa kita belajar dari membersamai mereka. Tentunya selain banyak belajar, banyak ibroh dan juga pahala yang Alloh Janjikan disana, MasyaAlloh ya Bund. Apalagi sudah jelas bahwa ketika kita meninggal, semua amalan terputus kecuali tiga, dan salah satunya adalah Doa dari anak solih kita. Nulis aja udah mau netes air matanya nih, huhuhu.. bisa terbayang kan betapa luar biasa anak adalah anugrah terindah yang Alloh Titipkan untuk kita. Disitulah, kita sebagai orangtua memang harus benar-benar menyiapkan batin kita agar bisa menjadi orangtua yang baik.

Kira-kira apa saja nih persiapan batiniyah untuk Ayah Bunda?

Setelah menikah, alangkah lebih baik, jika kita mengkomunikasikan dengan baik bersama pasangan. Karena banyak kasus diluar sana yang tidak siap dengan kehadiran seorang anak, sehingga mental orangtua pun akan mempengaruhi kepada pengasuhan anak nantinya. Nah, ini penting bingiiit ya, pola pengasuhan inilah yang akan berdampak sangat besar untuk tumbuh kembang anak-anak kita. Aku disini juga masih banyaaaak banyaaaak sekali belajar about parenting, haus banget soal ilmu yang satu ini. Balik lagi yuk ke pembahasan, so intinya adalah komunikasikan yang baik dengan pasangan tentang bagaimana ke depannya, berapa jarak antara anak pertama dan kedua, mau KB apa. Memang KB boleh dalam Islam? Boleh dong, jika tujuannya adalah mengatur jarak lahir, bukan menutup ya. 

Setelah komunikasi, kita juga harus sama-sama mau belajar untuk menjadi lebih baik lagi. Karena setelah hadirnya anak, otomatis kita pun menjadi orang tua, nah orang tua itu panutan bukan? Jadi bukan waktunya kita untuk melakukan hal-hal yang kurang bermanfaat apalagi yang berbau maksiat, Naudzubillah ya jangan sampai. Perbaiki iman kita, perbanyak mendekat kepada Alloh dan tentunya jangan malas belajar agama ya, karena hampir seluruh aspek kehidupan ini nantinya akan berhubungan dengan itu koq. InsyaAlloh jika kita mau menambah ilmu agama, ilmu itulah yang sampai kapanpun akan berguna untuk menyelesaikan hampir semua problematika yang terjadi dalam kehidupan kita. Di agamaku sendiri, agama Islam itu, hampir setiap kita mau memulai kegiatan ada doanya lho. Dari doa bangun tidur, masuk kamar mandi, mau makan, mau minum, setelah makan, mau wudhu, mau ganti pakaian, masuk rumah, keluar rumah, ada doanya semua. Artinya adalah, kita harus meminta Ridho dari Alloh dulu sebelum memulai apapun. MasyaAlloh ya, semoga dengan mengawali dengan doa, hasilnya juga akan baik. Aamiin

Nah, disini akan aku share doa sebelum kita memulai hubungan suami istri.


بِسْمِ اللهِ اَللّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا


Tulisan latin: "Bismillah, Allahumma jannibnaassyyaithaana wa jannibi syaithoona maarazaqtanaa".


Artinya: Dengan menyebut nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami dari (gangguan) setan dan jauhkanlah setan dari rezeki yang Engkau anugerahkan kepada kami.


Adapun doa setelah selesai 


اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ خَلَقَ مِنَ المْـَــاءِ بَشَـــرًا


Tulisan latin: "Alhamdu lillaahi dzdzii khalaqa minal maa i basyaraa".


Artinya : Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).


Nah, Bund, yang diatas tadi sedikit tentang persiapan batiniyah kita sebelum memiliki anak, sekarang kita lanjut ke setelah memiliki anak ya. Apa saja nih?

MasyaAlloh seneng banget ya moment pas kita pulang dari Rumah Sakit dengan membawa anggota baru ke rumah, hmm mengharu biru gimana gitu….

So, tentunya selain mempersiapkan rumah yang bersih dan rapi demi kenyamanan si bayi, apa saja sih treatment baby born dalam Islam?

  1. Setelah bayi lahir, kita dianjurkan memberikan kabar gembira dengan kelahiran seorang anak. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:


Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedangkan ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (ia berkata): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya”. (QS. Ali Imraan: 39)


  1. Mentahnik (mengunyah buah kurma, lalu mengolesinya ke langit-langit mulut si bayi, atau jika tidak ada dengan madu) dan mendoakan keberkahan untuknya (seperti mengucapkan “Baarakallahu fiih”).


عَنْ أَبِى مُوسَى – رضى الله عنه – قَالَ : وُلِدَ لِى غُلاَمٌ ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ.


Dari Abu Musa ia berkata: Anak saya lahir, lalu saya membawanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian Beliau menamainya Ibrahim, mentahkniknya dengan kurma dan mendoakan keberkahan untuknya.” (HR. Bukhari).


Pada hari ketujuh (hari lahir dihitung sebagai hari pertama)


1. Mencukur Rambut

Mencukur  habis rambutnya (baik anak laki-laki maupun anak perempuan) dan bersedekah kepada orang-orang miskin dengan perak atau senilainya sesuai berat rambutnya ketika ditimbang. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada Fathimah saat ia melahirkan Al Hasan:


يَا فَاطِمَةُ اِحْلِقِيْ رَأْسَهُ وَتَصَدَّقِيْ بِِزِنَةِ شَعْرِهِ فِضَّةً


“Wahai Fathimah! Cukurlah rambutnya dan bersedekahlah sesuai berat rambutnya dengan perak.” (HR. Ahmad, Malik, Tirmidzi, Hakik, dan Baihaqi, dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih at-Tirmidzi no. 1226)


Dalam mencukur anak, kita dilarang mencukur dengan model qaza’ (mencukur sebagian kepala dan meninggalkan sebagian yang lain). Termasuk qaza’ adalah:

Mencukur secara acak.

Mencukur bagian tengah kepala dan meninggalkan pinggir-pinggirnya.

Mencukur pinggir-pinggir kepala dan meninggalkan bagian tengahnya.

Mencukur bagian depan kepala dan meninggalkan bagian belakang.


2. Memberikan nama 

Memberikan nama bisa dilakukan pada hari lahirnya, hari ketiga atau hari ketujuh, dan hendaknya seorang bapak memilih nama yang baik untuk anaknya. Ciri nama yang baik adalah yang mudah dan enak didengar, mudah diucapkan oleh lisan, mengandung makna yang mulia dan sifat yang benar dan jujur, jauh dari segala makna dan sifat yang diharamkan atau dibenci agama, seperti nama asing yang tidak jelas, tasyabbuh (menyerupai) nama orang-orang kafir dan nama yang memiliki arti buruk.


3. Mengkhitannya

Khitan termasuk sunanul fithrah (sunnah  para nabi), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


« الْفِطْرَةُ خَمْسٌ – أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ – الْخِتَانُ وَالاِسْتِحْدَادُ وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ وَنَتْفُ الإِبْطِ وَقَصُّ الشَّارِبِ » .


“Fitrah itu ada lima atau lima bagian fitrah, yaitu, “Berkhitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur kumis.” (Muttafaq ‘alaih)

Khitan hukumnya wajib bagi laki-laki, karena ia merupakan sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan kita diperintahkan mengikutinya, di samping itu khitan termasuk syi’ar yang membedakan kita dengan non muslim. Khitan bagi wanita merupakan keutamaan bagi mereka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda kepada sebagian wanita tukang khitan di Madinah:


اِخْفِضِيْ وَلَا تُنْهِكِيْ ، فَإِنَّهُ أَنْضَرُ لِلْوَجْهِ ، وَأَحْظَى لِلزَّوْجِ


“Rendahkanlah dan jangan berlebihan, karena yang demikian dapat mengindahkan muka dan menyenangkan suami.” (shahih, HR. Abu Dawud, al-Bazzar, Thabrani dll, lih. Silsilah ash-Shahiihah 2:353-358)

Ulama madzhab Syafi’i menganjurkan agar khitan dilakukan pada hari ketujuh. Demikian juga hendaknya khitan dilakukan tidak ketika anak mencapai masa baligh. Ibnul Qayyim berkata, “Tidak boleh bagi wali membiarkan anaknya tidak dikhitan hingga ia baligh.”


Kecuali jika sebelumnya ia non muslim, lalu masuk Islam atau tidak mengetahui hukum khitan, maka meskipun sudah dewasa, ia tetap disyari’atkan berkhitan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seseorang yang datang kepada Beliau menyatakan diri masuk Islam:


أَلْقِ عَنْكَ شَعْرَ الْكُفْرِ وَاخْتَتِنْ


“Hilangkanlah rambut kekufuran dan berkhitanlah.” (HR. Abu Dawud dan isnadnya hasan)


4. Meng’aqiqahkannya

Aqiqah' artinya hewan yang disembelih untuk bayi yang baru lahir. Aqiqah termasuk hak anak yang hendaknya dipenuhi orang tua. Hukumnya sunnah mu’akkadah (sunnah yang sangat ditekankan), Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:


مَعَ الْغُلاَمِ عَقِيقَةٌ ، فَأَهْرِيقُوا عَنْهُ دَماً وَأَمِيطُوا عَنْهُ الأَذَى


“Setiap anak hendaknya ada ‘aqiqah. Oleh karena itu, tumpahkanlah darah dan singkirkanlah kotoran.” (HR. Bukhari)


Maksud “tumpahkanlah darah” adalah dengan disembelihkan hewan untuknya. Sedangkan maksud “disingkirkan kotoran” adalah dengan dicukur rambutnya. Untuk anak laki-laki, disembelihkan dua ekor kambing yang sepadan (baik usia, jenis maupun fisiknya), sedangkan untuk anak perempuan satu ekor kambing.


عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا; , أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم أَمْرَهُمْ; أَنْ يُعَقَّ عَنْ اَلْغُلَامِ شَاتَانِ مُكَافِئَتَانِ, وَعَنْ اَلْجَارِيَةِ شَاةٌ –


Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka (para sahabat) agar beraqiqah dua ekor kambing yang sepadan  untuk bayi laki-laki dan seekor kambing untuk bayi perempuan. (HR. Tirmidzi, dan ia menshahihkannya)


Jika tidak sanggup dua ekor kambing untuk bayi laki-laki, maka tidak mengapa seekor kambing.


Waktu ‘aqiqah adalah pada hari ketujuh, jika tidak bisa maka pada hari keempat belas dan jika tidak bisa, maka pada hari kedua puluh satu. Imam Ahmad berkata: “Disembelih pada hari ketujuh, jika tidak dilakukannya, maka pada hari keempat belas dan jika tidak dilakukannya, maka pada hari kedua puluh satu.”


Baiklah Bunda, itu tadi coretanku seputar momen haru Aurel Melahirkan dan persiapan baby born ya, semoga tulisanku ini bermanfaat buat Bunda-Bunda semua. Semoga Alloh Memudahkan kita dalam memiliki, mendidik dan membesarkan anak-anak kita dengan baik sesuai dengan aturan agama, serta semoga anak-anak kita menjadi anak yang solih dan solihah. Aamiin.

Sampai jumpa di lain waktu ya Bundsay..


Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh














Related Posts

9 komentar

  1. Terimakasih tips nya untuk menyambuy new baby ,,ahh jadi kepengen punya lagi baby nih doakan yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. MasyaAlloh semoga Alloh Mudahkan ya mba. Aamiin. 😘

      Hapus
  2. Alhamdulillaah terupdate lagi ilmunya...komplit..plit..plit....
    Memang banyak sekali persiapan yang harus dipersiapkan untuk menyambut new baby born...
    Yang terpenting adalah persiapan bathin ya mb Etha?
    Apalagi seorang ibu yang baru melahirkan rawan sekali terkena baby blues...
    Dan syukur alhamdulillaah..saya sudah melewati proses tersebut hingga 3x.. :-)
    Untuk mamah-mamah baru...tetap syemangaatt yaa...proses ini menyenangkan kog..ada panduan lengkap juga disini...jazakillaahu khoiro mb Etha atas sharing ilmunya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajazaakillahu khoir mba eny. MasyaAlloh benar, seorang ibu itu luar biasa, semoga kita sebagai sesama ibu, bisa saling menyemangati dalam kebaikan 😘

      Hapus
  3. Alhamdulillah...tambah ilmu..

    BalasHapus
  4. Congratulations My Sister,,,Tetep semangat nulis dan memberilan banyak ilmu dan informasi untuk banyak orang. Aku tunggu tulisan selanjutnya ya🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi, Alhamdulillah, InsyaAlloh tetap semangaaat❤️

      Hapus
  5. Masyaa Allah.. Persiapan lahir dan batin itu dua-duanya perlu diperhatikan ya mba Etha..

    Tapi memang yang perlu digarisbawahi adalah persiapan bathin.

    Belum banyak orang yang tahu bahwa tugas pengasuhan itu penting.

    Perlu bekal sebelum menjadi ortu baru. Hehe

    Jazakillah khair mba Etha sudah berbagi tulisan bermanfaat untuk mamah mamah muda hehe 😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajazaakillahu khoir mba okta, semoga kita mampu menjadi orgtua yg lebih lebih dan lebih baik lagi. Aamiin

      Hapus

Posting Komentar